Signalling Radio Bearer (SRB) pada LTE

Signalling Radio Bearer (SRB) digunakan untuk mengirimkan pesan signaling (Control Plane) protokol RRC (Radio Resource Control) dan NAS (Non Access Stratum). RRC message digunakan untuk signaling antara UE dan NodeB sedangkan  NAS More »

RRC State: Idle and Connected

Sama halnya dengan UMTS, Radio Resource Control di LTE digunakan sebagai protokol L3 Control Plane signaling untuk koneksi antara UE dan eNodeB - Broadcast of System Information related to the non-access stratum More »

Bearer Type di LTE

Pada gambar di atas, LTE menyediakan Tingkatan Pembawa (Bearer Hierarchy) untuk End 2 End Service. E2E service dibagi menjadi EPS Bearer dan External Bearer EPS bearer menyediakan konektivitas antara UE dan PDN More »

Daftar 3GPP Specification untuk LTE

3GPP specification seri 36 difokuskan untuk teknologi radio di LTE. Beberapa spesifikasi mempunyai judul yang mirip dengan seri 25 tentang UMTS. Berikut tabel 3GPP Specification untuk memudahkan pencarian khusus. Specification Title 36.101 More »

Teori Doppler Shift pada LTE

Doppler Shift pada LTE dapat mengakibatkan hilangnya ke-Orthogonalitasan sinyal di LTE yang mengakibatkan interferensi, seperti dijelaskan pada bagian ini. Kembali lagi ke pelajaran fisika SMA dulu, kita mengenal adanya efek pergeseran doppler More »

Cyclic Prefix (CP) di LTE

Berdasarkan Wikipedia arti Cyclic Prefix adalah “prefixing of a symbol with a repetition of the end”. Cyclic berarti siklus dan Prefix berarti awalan. Sehingga bisa diartikan cyclic prefix adalah menaruh awalan bit dari sebuah More »

Teknik Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada LTE

OFDM merupakan teknik multiplex dengan menggabungkan beberapa frekuensi yang orthogonal/ tidak saling mempengaruhi. OFDM digunakan sebagai modulasi multicarrier di LTE 4G karena efisiensi spektrumnya seperti dapat dijelaskan berikut. Teknologi OFDM berasal dari More »

User Equipment (UE) Category pada LTE

LTE menggunakan category/class dari suatu User Equipment (UE) untuk menentukan spesifikasi kinerjanya. LTE UE Category atau Class diperlukan untuk memastikan bahwa base station, atau eNodeB dapat berkomunikasi dengan UE. Dengan menyampaikan informasi More »

Resource Pada LTE 4G

Pada sistem GSM, resource-nya adalah Timeslot yang terdiri dari 8 Physical TDMA TS per TRX. Pada WCDMA, resource yang digunakan adalah power dan code. Sedangkan pada LTE, kita kenal dengan istilah RB More »

Timing Advance di LTE

Timing Advance Timing Advance (TA) sebenarnya sudah kita kenal di GSM untuk menentukan jarak dari BTS ke tiap-tiap user/MS. Timing Advance menunjukkan besarnya durasi waktu yang diukur untuk sebuah signal terkirim dari BTS More »

 

Perbedaan Antara WCDMA dan GSM

Perbedaan WCDMA dan GSM

Multiple Access

GSM menggunakan sistem TDMA (Time Division Multiple Access) sedangkan UMTS menggunakan CDMA (Code Divison Multiple Access).

Pada TDMA, pita frekuensi selebar 200 kHz di GSM dibagi menjadi beberapa kanal fisik/timeslot (8 timeslot) yang dapat digunakan oleh beberapa subscriber/pelanggan. Jadi satu frekuensi digunakan bergantian oleh beberapa subscriber dalam waktu yang cepat.

Berbeda dengan TDMA, pada CDMA beberapa pelanggan dapat menggunakan frekuensi yang sama secara bersamaan. Masing-masing pelanggan akan menggunakan kode yang unik (PseudoNoise code) sehingga informasi yang diterima tidak saling mempengaruhi.

Perbedaan WCDMA dan GSM

Perbedaan WCDMA dan GSM

 

Lebar Frekuensi

Seperti dijelaskan sebelumnya pada Alokasi Frekuensi 3G, bahwa lebar pita frekuensi 3G adalah sebesar 5MHz, sedangkan pada GSM hanya menggunakan 200 kHz, lebih sempit.

 

Frequency Re-use

Setiap cell pada sebuah Node-B (BTS 3G) menggunakan frekuensi yang sama (= 1) sesuai alokasi frekuensi 3G operator tersebut. Pembedaan cell hanya dilakukan dengan kode sehingga tidak saling menginterferensi. Lain halnya dengan GSM yang mempunyai banyak frekuensi pembawa. Perencanaan frekuensi harus dilakukan dengan baik dan perulangan frekuensi dapat berkisar lebih dari satu.

Beda Frekuensi re-use UMTS & GSM

Frekuensi re-use UMTS & GSM

 

Frekuensi power control

Power control yang digunakan di WCDMA sangat cepat dengan frekuensi 1500 Hz. Power control ini sangat vital untuk performansinya yang bertujuan untuk mengontrol daya transmisi pada level yang sama dengan daya yang diterima sehingga meminimalisir interferensi dan konsumsi daya yang rendah. Dengan demikian efek near-far tidak akan terjadi.

Power Control pada WCDMA 3G

Power Control pada WCDMA

 

Kapasitas Jaringan

Pada GSM, kapasitas jaringan tergantung pada jumlah TRX (modul transmitter/receiver) dimana tiap TRX mempunyai frekuensi yang berbeda dan terdiri dari beberapa timeslot. Sedangkan pada WCDMA, kapasitas (capacity) dan jangkauan (coverage) saling mempengaruhi (berbanding terbalik).

Pada gambar terlihat bahwa dengan bertambahnya kapasitas traffic berarti interferensi akan bertambah, sehingga akan mengecilkan jangkauannya. Efek ini dinamakan dengan cell breathing. Oleh karena itu kapasitas traffic yang dapat digunakan tergantung kepada load faktor dengan maksimum nilai 70%. Load sebesar 50% berarti akan terdapat loss 3 dB pada link budget.

Cell-breathing & Load Factor pada WCDMA

Cell-breathing dan Load Factor pada WCDMA

 

Pengatur kualitas jaringan

Pengatur kualitas jaringan pada GSM dilakukan dengan perencanaan frekuensi yang baik artinya diharapkan frekuensi antar cell yang berdekatan tidak sama atau berdekatan untuk menghindari interferensi yang mengakibatkan data/suara menjadi jelek. Sedangkan pada WCDMA, ada Radio Resource Management. RRM bertanggung jawab dalam efisiensi penggunaan radio resource.

Fungsi RRM adalah memaksimalkan performansi radio seperti:

-          Jaminan Quality of service (BLER, BER, delay)

-          Menjaga jangkauan tiap service sesuai rencana

-          Memastikan kapasitas dengan tingkat blocking yang rendah

-          Mengoptimalkan kapasitas radio.

Sedangkan RRM itu sendiri terdiri dari:

-          Power Control

-          Handover

-          Admission Control

-          Load/Congestion Control

-          Packet Scheduling

 

Diversity

Teknik diversity digunakan untuk memperbaiki suatu sinyal menggunakan dua atau lebih kanal komunikasi dengan karakteristik yang berbeda. Frequency diversity menggunakan dua atau lebih frekuensi.

Pada 3G yang hanya mempunyai 1 frekuensi, maka digunakanlah sebuah penerima RAKE receiver yang dapat memperbaiki sinyal dengan cara menjumlah semua sinyal yang diterima dengan fasa berbeda-beda sehingga didapat sinyal yang utuh seperti semula. Dengan Rake receiver, efek multipath fading (deviasi peredaman sinyal akibat pantulan, pembiasan, pembelokan) yang dapat dapat dihindari.

Pada GSM digunakan tenik space diversity pada antena dengan menggunakan 2 elemen antenna dengan jarak tertentu untuk mengatasi multipath fading.

Rake receiver pada WCDMA 3G

Rake receiver pada WCDMA

 

Handover

Pada GSM, handover yang terjadi bersifat “hard” artinya ada pemutusan sesaat ketika terjadi pemindahan dari suatu cell ke cell lain yang serving. Pada 3G, sebelum cell yang lama diputus, mobile station/handset sudah terkoneksi dengan cell baru sehingga dinamakan soft handover.

Soft Handover pada WCDMA

Soft Handover pada WCDMA

 

Berikut adalah rangkuman perbedaan WCDMA dan GSM:

WCDMA/UMTS

GSM

Multiple Access

CDMA

TDMA

Lebar frekuensi

5 MHz

200 kHz

Frkuensi re-use

1

1-18

Frekuensi power control

1500 Hz

2 Hz / kurang

Kapasitas jaringan

Soft, tergantung batas interferensi

Hard, tergantung jumlah frekuensi dan timeslotnya

Pengatur kualitas jaringan

Algoritma RRM (Radio Resource Management)

Network Planning

(Frequency planning)

Diversity

Transmit diversity (Downlink), Rake Receiver

Space diversity

Handover

Soft Handover

Hard Handover

One Response to Perbedaan Antara WCDMA dan GSM

  1. [...] Perbedaan Antara WCDMA dan GSM [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>