Perbedaan Antara WCDMA dan GSM

December 11, 2012 Telco  One comment

Multiple Access

GSM menggunakan sistem TDMA (Time Division Multiple Access) sedangkan UMTS menggunakan CDMA (Code Divison Multiple Access).

Pada TDMA, pita frekuensi selebar 200 kHz di GSM dibagi menjadi beberapa kanal fisik/timeslot (8 timeslot) yang dapat digunakan oleh beberapa subscriber/pelanggan. Jadi satu frekuensi digunakan bergantian oleh beberapa subscriber dalam waktu yang cepat.

Berbeda dengan TDMA, pada CDMA beberapa pelanggan dapat menggunakan frekuensi yang sama secara bersamaan. Masing-masing pelanggan akan menggunakan kode yang unik (PseudoNoise code) sehingga informasi yang diterima tidak saling mempengaruhi.

Perbedaan WCDMA dan GSM

Perbedaan WCDMA dan GSM

 

Lebar Frekuensi

Seperti dijelaskan sebelumnya pada Alokasi Frekuensi 3G, bahwa lebar pita frekuensi 3G adalah sebesar 5MHz, sedangkan pada GSM hanya menggunakan 200 kHz, lebih sempit.

 

Frequency Re-use

Setiap cell pada sebuah Node-B (BTS 3G) menggunakan frekuensi yang sama (= 1) sesuai alokasi frekuensi 3G operator tersebut. Pembedaan cell hanya dilakukan dengan kode sehingga tidak saling menginterferensi. Lain halnya dengan GSM yang mempunyai banyak frekuensi pembawa. Perencanaan frekuensi harus dilakukan dengan baik dan perulangan frekuensi dapat berkisar lebih dari satu.

Beda Frekuensi re-use UMTS & GSM

Frekuensi re-use UMTS & GSM

 

Frekuensi power control

Power control yang digunakan di WCDMA sangat cepat dengan frekuensi 1500 Hz. Power control ini sangat vital untuk performansinya yang bertujuan untuk mengontrol daya transmisi pada level yang sama dengan daya yang diterima sehingga meminimalisir interferensi dan konsumsi daya yang rendah. Dengan demikian efek near-far tidak akan terjadi.

Power Control pada WCDMA 3G

Power Control pada WCDMA

 

Kapasitas Jaringan

Pada GSM, kapasitas jaringan tergantung pada jumlah TRX (modul transmitter/receiver) dimana tiap TRX mempunyai frekuensi yang berbeda dan terdiri dari beberapa timeslot. Sedangkan pada WCDMA, kapasitas (capacity) dan jangkauan (coverage) saling mempengaruhi (berbanding terbalik).

Pada gambar terlihat bahwa dengan bertambahnya kapasitas traffic berarti interferensi akan bertambah, sehingga akan mengecilkan jangkauannya. Efek ini dinamakan dengan cell breathing. Oleh karena itu kapasitas traffic yang dapat digunakan tergantung kepada load faktor dengan maksimum nilai 70%. Load sebesar 50% berarti akan terdapat loss 3 dB pada link budget.

Cell-breathing & Load Factor pada WCDMA

Cell-breathing dan Load Factor pada WCDMA

 

Pengatur kualitas jaringan

Pengatur kualitas jaringan pada GSM dilakukan dengan perencanaan frekuensi yang baik artinya diharapkan frekuensi antar cell yang berdekatan tidak sama atau berdekatan untuk menghindari interferensi yang mengakibatkan data/suara menjadi jelek. Sedangkan pada WCDMA, ada Radio Resource Management. RRM bertanggung jawab dalam efisiensi penggunaan radio resource.

Fungsi RRM adalah memaksimalkan performansi radio seperti:

-          Jaminan Quality of service (BLER, BER, delay)

-          Menjaga jangkauan tiap service sesuai rencana

-          Memastikan kapasitas dengan tingkat blocking yang rendah

-          Mengoptimalkan kapasitas radio.

Sedangkan RRM itu sendiri terdiri dari:

-          Power Control

-          Handover

-          Admission Control

-          Load/Congestion Control

-          Packet Scheduling

 

Diversity

Teknik diversity digunakan untuk memperbaiki suatu sinyal menggunakan dua atau lebih kanal komunikasi dengan karakteristik yang berbeda. Frequency diversity menggunakan dua atau lebih frekuensi.

Pada 3G yang hanya mempunyai 1 frekuensi, maka digunakanlah sebuah penerima RAKE receiver yang dapat memperbaiki sinyal dengan cara menjumlah semua sinyal yang diterima dengan fasa berbeda-beda sehingga didapat sinyal yang utuh seperti semula. Dengan Rake receiver, efek multipath fading (deviasi peredaman sinyal akibat pantulan, pembiasan, pembelokan) yang dapat dapat dihindari.

Pada GSM digunakan tenik space diversity pada antena dengan menggunakan 2 elemen antenna dengan jarak tertentu untuk mengatasi multipath fading.

Rake receiver pada WCDMA 3G

Rake receiver pada WCDMA

 

Handover

Pada GSM, handover yang terjadi bersifat “hard” artinya ada pemutusan sesaat ketika terjadi pemindahan dari suatu cell ke cell lain yang serving. Pada 3G, sebelum cell yang lama diputus, mobile station/handset sudah terkoneksi dengan cell baru sehingga dinamakan soft handover.

Soft Handover pada WCDMA

Soft Handover pada WCDMA

 

Berikut adalah rangkuman perbedaan WCDMA dan GSM:

WCDMA/UMTS

GSM

Multiple Access

CDMA

TDMA

Lebar frekuensi

5 MHz

200 kHz

Frkuensi re-use

1

1-18

Frekuensi power control

1500 Hz

2 Hz / kurang

Kapasitas jaringan

Soft, tergantung batas interferensi

Hard, tergantung jumlah frekuensi dan timeslotnya

Pengatur kualitas jaringan

Algoritma RRM (Radio Resource Management)

Network Planning

(Frequency planning)

Diversity

Transmit diversity (Downlink), Rake Receiver

Space diversity

Handover

Soft Handover

Hard Handover

Tags:  ,

One comment to Perbedaan Antara WCDMA dan GSM

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>